Ayat yang pertama adalah Allah menyuruh perhatikan fajar. Yaitu cahaya matahari yang mulai membayang di sebelah Timur, kira-kira satu jam lagi lebih kurang sebelum matahari itu sendiri terbit. Di waktu itulah kita diwajibkan Tuhan mengerjakan sembahyang Subuh, dan habis pula waktu Subuh itu apabila matahari telah terbit. “Demi fajar .” (ayat 1). Saat fajar menyingsing itulah waktu yang amat penting bagi manusia, karena setelah selesai beribadat kepada Tuhan dengan sembahyang Subuh, mulailah mereka bergerak menghadapi hari yang mulai siang buat mencari rezeki di muka bumi Allah. Di saat itu pula Allah memberikan modal , sehari semalam penuh untuk hari yang baru, agar diisi dengan ibadat kepada Allah dan amal yang shalih. Janganlah hendaknya hari itu pergi dengan percuma tidak berisi. Karena masa yang telah lampau tidak dapat diulang lagi. “Demi malam yang sepuluh.” (ayat 2). Menurut suatu riwayat daripada Ibnu Abbas dan Mujahid, yang dimaksud dengan malam yang sepuluh...
Komentar
Posting Komentar